Senin,  15 Februari 2010

Situs Pelatihan Hacking Terbesar Dibekuk

Beijing - Sebuah situs yang merupakan pusat pelatihan hacker terbesar di China, berhasil dibekuk aparat kepolisian. Situs ini ditenggarai menjadi wadah puluhan ribuan orang berlatih menjadi hacker handal dalam melakukan serangan cyber.

Polisi juga menangkap tiga orang tersangka yang dicurigai menjalankan situs yang dikenal dengan nama "Black Hawk Safety Net" ini, lewat sebuah operasi penggerebekan. Disinyalir pihak berwenang mulai menyelidiki situs ini sejak tahun lalu setelah menemukan bukti bahwa tiga dari anggota situs tersebut terlibat dalam serangan cyber pada tahun 2007, yang menyerang layanan web di kota Macheng Hubei.

Polisi juga menyita sembilan server, lima komputer dan sebuah mobil dalam penggerebekan tersebut, serta menutup semua situs yang terlibat dalam kasus ini. Pihak berwenang juga membekukan aset situs tersebut senilai 1,7 juta yuan (US$ 250.000).

Lebih lanjut, seperti diberitakan surat kabar China Daily, selain mengajarkan teknik-teknik hacking, Black Hawk Safety Net juga menyediakan program jahat trojan sehingga tiap anggota dapat menyebarkannya untuk mengakses dan mengendalikan komputer orang lain secara ilegal. Anggota bahkan dapat mempelajari cara meng-hack rekening keuangan orang lain hingga mencuri uang, melalui kursus yang harganya dipatok antara 100 dan 2.000 yuan.

Black Hawk Safety Net sendiri didirikan pada tahun 2005 dan berkantor pusat di Xuchang. Situs ini diketahui telah memiliki anggota lebih dari 12.000 orang untuk keanggotaan berbayar dan 170.000 orang untuk keanggotaan gratis. Tak heran jika situs ini bisa mengumpulkan lebih dari 7 juta yuan (US$ 1 juta) dari iuran anggota saja.

Penutupan situs ini dilakukan menyusul makin banyaknya kekhawatiran yang muncul, yang menyatakan bahwa China merupakan pusat penjahat cyber. Tudingan ini semakin kuat tatkala raksasa internet Google pada bulan lalu mengeluarkan pernyataan bahwa account e-mailnya telah dihantam oleh penjahat cyber asal China.

China sendiri memang sering mendapatkan perhatian serius dari beberapa negara di penjuru dunia akibat ulah penjahat cyber yang diduga berasal dari negeri Tirai Bambu itu.

Sumber : mls/mar