Berita

Jumat,  5 Februari 2010

Hacker Gencarkan Serangan ke Facebook dan Twitter

Jakarta - Situs jejaring sosial seperti Facebook dan Twitter kini menjadi lahan subur bagi para hacker untuk menyerang perusahaan, menyusul makin maraknya penggunaannya. Tak heran, serangan spam, virus dan kasus pencurian data dan identitas juga kian meningkat.

Demikian survei diungkapkan perusahaan keamanan Sophos dalam laporannya bertajuk "Security Report 2010", yang digelar pada akhir tahun 2009. Menurut Sophos, terjadi peningkatan penggunaan trafik situs jejaring sosial pada tahun 2009. Hal ini menimbulkan ancaman baru yang lebih besar bagi perusahaan dan data pelanggan.

Chester Wisniewski, penasehat keamanan senior Sophos mengatakan, jumlah user yang menggunakan social media telah meningkat. Menurutnya, saat ini hampir semua orang memiliki account Facebook.

Facebook dianggap sebagai ancaman terbesar. Hasil penelitian mencetuskan bahwa lebih dari 60 persen responden percaya bahwa Facebook memiliki resiko ancaman keamanan terbesar dari semua situs jejaring sosial yang ada, disusul MySpace 18 persen, Twitter 17 persen dan LinkedIn 4 persen, situs jejaring sosial yang berorientasi bisnis.

Dari sisi serangan, para peneliti di Sophos mengklaim bahwa jumlah user yang melaporkan serangan spam dan malware di situs jejaring sosial meningkat 70 persen pada tahun 2009. Hampir 60 persen perusahaan yang disurvei mengaku menerima spam dari situs-situs jejaring sosial. Dan hampir 40 persen perusahaan yang mengaku mendapatkan serangan malware.

Selain itu, lebih dari 72 persen perusahaan yang disurvei meyakini bahwa perilaku karyawan pada situs jejaring sosial dapat membahayakan keamanan perusahaan. Ini terbukti dari semakin banyaknya serangan spam yang terjadi pada jaringan perusahaan, dari 33,4 persen pada April 2009 menjadi 57 persen Desember 2009.

Dua dari ancaman Facebook yang paling signifikan pada 2009 adalah serangan virus Koobface dan Mooney Mikeyy. Koobface menjadi lebih produktif dan canggih di sepanjang tahun 2009. Virus ini mampu mengaktifkan account dengan mengkonfirmasi e-mail, berteman dengan orang yang tidak kita kenal, bergabung dengan kelompok Facebook hingga mem-posting pesan pada wall Facebook teman-teman Anda.

Sementara itu, virus Mooney Mikeyy yang muncul pada bulan April lalu, memporak-porandakan Twitter dengan pesan spam, dengan mengarahkan user untuk masuk ke situs-situs yang terinfeksi.

Wisniewski mengimbau agar situs jejaring sosial lebih meningkatkan keamanan infrastruktur demi keamanan dan kenyamanan pengguna.

Twitter, misalnya, telah bermitra dengan perusahaan keamanan, termasuk Sophos, untuk memindai link-link yang berbahaya. Di lain sisi, Facebook juga telah mengambil langkah-langkah antisipasi untuk melindungi penggunanya terhadap virus Koobface.

Sumber : mls/mar